Showing posts with label Sejarah Dunia. Show all posts
Showing posts with label Sejarah Dunia. Show all posts

Sunday, February 19, 2012

PERJUANGAN PASUKAN VIETCONG MELAWAN AS

31-1-1968 :
Viet Cong Serbu Kedutaan Besar AS
Ini bagian dari strategi "Serangan Tet"
yang memicu pemulangan pasukan AS dari
Vietnam.

Pada 44 tahun yang lalu, Perang Vietnam memasuki salah satu babak penting saat gerilyawan Viet Cong menyerang Kedutaan Besar Amerika Serikat di Saigon. Penyerbuan ini merupakan bagian dari kampanye "Serangan Tet" yang dilancarkan pasukan komunis Vietnam Utara bersama dengan Viet Cong terhadap AS dan Vietnam Selatan.


Menurut The History Channel, milisi Viet Cong
sempat berhasil menguasai Kedubes AS dan
menduduki tempat itu selama enam jam sebelum akhirnya dipukul balik oleh pasukan terjun payung AS dengan bantuan helikopter.

Serangan Tet dilaksanakan secara terpadu di
kota-kota besar Vietnam Selatan. Kampanye itu berlangsung bersamaan dengan perayaan Tahun Baru bangsa Vietnam, yang disebut Tet.

Biasanya dalam perayaan Tet, intensitas
pertempuran berkurang. Namun pada 1968,
pasukan Vietnam Utara dan Viet Cong
melancarkan serangan kejutan besar-besaran
pada 30 Januari 1968.

Mereka memanfaatkan lengahnya pasukan AS,
yang sebagian besar dikerahkan ke Pangkalan
Marinir di Khen Sanh setelah tempat itu
digempur habis oleh Vietnam Utara dan Viet Cong pada Desember 1967. Pengerahan pasukan ke Khen Sanh itu memperlemah posisi militer AS di kota-kota lain.

Pasukan AS pun masuk dalam perangkap strategi Vietnam Utara bersama milisi Viet Cong yang bergerak di bawah tanah di wilayah Vietnam Selatan, yang anti komunis. Serangan Tet berlangsung sengit di seratus tempat, termasuk Ibukota Vietnam Selatan, Saigon.

Memakan banyak korban jiwa, Serangan Tet
menjadi simbol kemenangan psikologis Vietnam Utara. Laporan jurnalistik dari media cetak dan elektronik mengenai dampak serangan itu juga memicu gelombang demonstrasi anti perang di AS.

Rakyat AS pun merasa pemerintah mereka telah melancarkan perang yang sia-sia dan tidak ada gunanya selain mengedepankan kepentingan politik di tengah perseteruan ideologis dengan kekuatan komunis Uni Soviet, yang mendukung Vietnam Utara.

Pada Mei 1968, AS bersedia berunding dengan
Vietnam Utara di Prancis untuk mengakhiri
perang. Setelah lebih dari sepuluh tahun bercokol, pasukan AS akhirnya ditarik mundur dari Vietnam. Tidak lagi didukung oleh sekutu utama, Vietnam Selatan akhirnya menyerah kepada Vietnam Utara dan bersatu menjadi Negara Vietnam.

KHOMEINI SANG REVOLUSI ISLAM IRAN

1-2-1979:
Imam Khomeini Pimpin Revolusi Islam Iran
Revolusi ini mengakhiri kekuasaan monarki
otoriter di Iran.


Pada 33 tahun lalu, Ayatullah Khomeini kembali ke Iran Setelah lebih dari 14 tahun hidup di pengasingan. Pulangnya pemimpin kharismatik Syiah ini menjadi simbol dimulainya Revolusi Islam di Iran setelah menggulingkan kekuasaan monarki.

Stasiun berita BBC saat itu melaporkan, lebih
dari lima juta warga berbaris di jalanan Teheran saat pemimpin Syiah Iran tersebut tiba di bandara Teheran dari Paris, Prancis
Khomeini diasingkan ke Irak pada tahun 1964
setahun setelah ia dipenjarakan oleh Shah Iran. Pada tahun 1978, Khomeini pindah ke Paris dan mulai menyusun gerakan revolusi Islamnya di Ibukota Prancis tersebut.

Pada Januari 1979, gerakan revolusi yang
dirancang Khomeini berhasil menggusur
pemerintahan Shah Iran.

Setibanya di Iran, Khomeini terus melanjutkan gerakan revolusinya dan mulai mendukung milisi Islam yang pro kepadanya. Dua minggu kemudian, PERDANA MENTRI Shahpur Bakhtiar yang PRO Ke Shah mengundurkan diri dan Khomeini menunjuk Mehdi Bazargan sebagai perdana menteri yang baru.

Dua bulan kemudian, pada April 1979, Khomeini
mengumumkan berdirinya Republik Islam Iran. Di dalam pemerintahan Iran yang baru ini, Ayatullah Khomeini berperan sebagai pemimpin tertinggi sekaligus pemimpin spiritual Iran.
Khomeini meninggal pada bulan Juni 1989, sepuluh tahun sejak kepulangannya ke Iran.

UNI EUROPA DIBENTUK


7-2-1992:
Uni Eropa Dibentuk
Institusi yang dulunya bernama EUropa COMMUNITY (EC) berganti nama menjadi Uni
Eropa (UE).

Tepat 20 tahun lalu, integrasi negara-negara di Eropa semakin kuat dengan Meresmikan suatu persekutuan baru, Uni Eropa.
Menteri luar negeri dan keuangan dari 12 negara Eropa menandatangani Perjanjian Maastricht yang memformalisasikan berdirinya Uni Eropa.

Menurut stasiun berita BBC, perjanjian
Maastricht yang menjadi fondasi Uni Eropa
tersebut terdiri dari dua bagian. Pertama,
Persetujuan Uni Eropa, dan kedua, Undang-
undang Final Maastricht.

Dengan ditandatanganinya kedua perjanjian
tersebut, institusi yang dulunya bernama
Komunitas Eropa (EC) resmi berganti nama
menjadi Uni Eropa (EU). Warga kedua belas
negara anggotanya kini menjadi warga Eropa
yang bebas tinggal dan bekerja dimana saja di
seluruh Eropa.

Organisasi baru ini memiliki kewenangan yang
lebih luas karena bertanggung-jawab atas
kebijakan dalam dan luar negeri serta sejumlah persoalan keamanan dan hukum negara anggotanya.

Proses ratifikasi Perjanjian Maastricht sendiri berlangsung alot. Denmark awalnya menolak perjanjian tersebut dan baru menerima pada tanggal 18 Mei 1993 setelah mendapat sejumlah pengecualian.

Referendum serupa yang dilakukan di Prancis
hanya berselisih 1 persen antara kelompok yang mendukung dengan yang menentang. Inggris sendiri menerima setelah menghapus agenda Peraturan sosial dalam perjanjian tersebut.

Kini Uni Eropa beranggotakan 27 negara setelah bergabungnya negara-negara baru pecahan Uni Soviet.

SINGAPURA JATUH KE TANGAN JEPANG

15-2-1942:
Singapura Jatuh ke Tangan Jepang Pada Perang Dunia Kedua, Pasukan Jepang menembus pertahanan kuat Inggris di Singapura.

Pada 70 tahun lalu, di tengah kancah Perang Dunia Kedua, pasukan Sekutu Pimpinan Inggris menyerah kepada militer Jepang di Singapura.
Pulau kecil di Asia Tenggara itu Akhirnya jatuh ke penguasaan Jepang, yang juga
menjajah negara-negara di sekitarnya.

Menurut laman stasiun televisi The History
Channel, Inggris sebelumnya merasa yakin bahwa koloni mereka di Singapura sulit ditembus pasukan asing karena diperlengkapi persenjataan meriam. Namun, meriam-meriam itu hanya efektif meladeni kapal-kapal perang musuh di Lepas pantai, sedangkan pasukan Jepang bergerak cepat lewat transportasi darat dari ujung utara pulau Singapura yang tidak dijaga ketat.

Melalui kapal-kapal kecil, tidak disangka-sangka pasukan Jepang bergerak dengan manuver yang cepat dan efisien menyeberangi Semenanjung Melayu. Selanjutnya dengan mengayuh sepeda dan kendaraan ringan, mereka merangsek dari utara pulau Singapura menuju basis pertahanan Inggris di kota.

Pasukan Kekaisaran Jepang berhasil memutus
jalur komunikasi dan logistik pos-pos
pertahanan Inggris hingga mereka sulit
berkoordinasi. Dengan terputusnya bantuan
logistik, pasukan Inggris akhirnya menyerah.



Singapura pun berada dalam genggaman Jepang
hingga berakhirnya Perang Dunia Kedua pada
Agustus 1945. Selama dijajah Jepang, ribuan
jiwa dari 130.000 tentara Sekutu pimpinan
Inggris tewas di Singapura dalam tahanan.

PERANG CHINA - VIETNAM



17-2-1979:
Perang China - Vietnam Dalam hitungan hari, Vietnam Utara jatuh ke tangan China. Konflik berlangsung sebulan

Pada 33 tahun lalu, China menyerbu wilayah Vietnam. Konflik ini berlangsung selama sebulan. Konflik ini terjadi empat tahun setelah Vietnam mengakhiri perang dengan Amerika Serikat.

Menurut stasiun berita BBC, invasi China ini
untuk membalas aksi militer Vietnam yang telah membunuh dan melukai 300 tentara dan warga sipil mereka di perbatasan.

Hubungan Beijing dan Hanoi telah memanas sejak setahun sebelumnya, saat Vietnam menyerbu Kamboja yang merupakan sekutu dekat China.

Sejak saat itu, China telah mengerahkan tidak
kurang dari 150 ribu pasukan ke perbatasan
Vietnam guna memaksa Hanoi menarik
tentaranya dari Kamboja.

Hanya dalam hitungan hari, seluruh wilayah Vietnam utara jatuh ke tangan China. Hanoi, yang menyadari keunggulan militer Cina, memilih melakukan taktik gerilya daripada berhadapan langsung dengan pasukan Tirai Bambu tersebut.

Setelah hampir satu bulan menggelar operasi
militer, pada 16 Maret 1979, China menarik
tentaranya dari Vietnam. Invasi China ke
Vietnam tersebut gagal memaksa Hanoi menarik tentaranya dari Kamboja. Vietnam tetap menempatkan tentaranya di Kamboja hingga 1989.